Penulis

Lihat Semua

Rosi L. Simamora

Rosi L. Simamora adalah ibu 3 orang anak, penulis novel dan buku anak, penerjemah, writing coach, serta editor. Karier profesionalnya dimulai pada tahun 1994 sebagai editor fiksi di Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Sudah menulis 4 novel (2 di antaranya akan dijadikan film layar lebar), 60 lebih judul buku anak, dan beberapa buku biografi. Sejak tahun 2016 aktif mengadakan pelatihan penulisan secara daring, dan sekarang bergabung dengan tim editor Our Daily Bread Indonesia.

Artikel oleh Rosi L. Simamora

Ke TanganMu Kupasrahkan Putraku

“Jalani saja hidup ini dari sehari ke sehari, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” Ini kesaksian Vanneta, ibu dengan anak yang menderita gangguan sistem saraf.


Tuhan, Dengarlah Jeritan Kami

Hatiku selalu membuncah penuh syukur dalam setiap pencapaian yang berhasil diraih anakku. Kesaksian Rosita Siregar, ibu seorang anak yang menderita tunagrahita.


Anak Paling Kesepian di Dunia

Apa jadinya ketika kerja keras orangtua malah menjadi sumber kesepian anak karena sering ditinggal?


Kasih Yang Memerdekakan

Kasih Tuhan mampu memerdekakan kita dari belenggu emosi-emosi negatif yang selama ini memenjarakan kita.


Orangtua yang Ingin Membangun Surga

Semua orangtua ingin anaknya bahagia. Apa saja rela dilakukan demi kebahagiaan anak. Bagaimanakah seharusnya orangtua bersikap?


Kasih Di Segala Musim Kehidupan

Kasih Bapa seharusnya cukup menaungi di segala musim. Namun, kerap kali aku tak merasakan kasih-Nya, terutama di masa-masa tergelap hidupku.


Cinta Yang Bergumul

Cinta manusia selalu bergumul. Seperti cinta Toga dan Siska. Setelah melepas mimpi untuk memiliki keturunan, cinta mereka kembali diuji. Sanggupkah cinta bertahan?


Tuhan, Anakku Sakit Keras

Bagaimana Emma dapat mendampingi putranya ketika dokter tak dapat menyembuhkannya? Sanggupkah hatinya menyerahkan sang putra ke dalam tangan Allah yang kuat?


Di Tengah Dunia yang Bising

Tidak mudah mendampingi anak untuk bergumul di tengah dunia yang serba cepat dalam menghakimi dan menyelamatkan diri sendiri.


Penjara Bernama Keinginan

Keinginan yang begitu kuat membuat seseorang rela melakukan apa saja untuk mewujudkannya. Namun, apa jadinya bila kehendak Allah mengintervensi keinginan itu?